The Little Fairy [Part 1]

Judul : The Littel Fairys [Part 1]

Author : Terry Jung

Genre : Kayaknya sih Tragedy

Length : chapter

Sosialitakk :

•Twitter : @md_teriyani .
•Facebook : Ni Made Teriyani
•Line ID : mdtery

Main Cast :

-Cho KyuHyun
-Lee DongHae
-Lee Minrae
-Choi Jenny

Support Cast :

-Find by your self

Disclaimer : Fanfiction ini milik saya. Dilarang keras meng-copy-paste, memposting ulang, memplagiat FF-ini, dan jenis duplikat apa pun (termasuk foto-copy) .

Terima Kasih

Author says : ni FF special buat temen aku. Sorry main cast buat yg cewek semuanya OC,,

Selamat Membaca^^

AWAS TYPO!!!

coverTLF1

–o0o–Author’s POV.–o0o–

@New York, Amerika Serikat .

” Aku tidak mau !”

” Jangan buat eomma memaksa ”

” Cara itu kuno , eomma pikir aku tidak bisa mencari pasangan sendiri ?”

“Bukannya begitu , tapi eomma dan appamu ini sudah berjanji dengan ayahnya”

” Kenapa eomma membuat janji yang sangat gila ”

” Listen to me, itu adalah wasiat terakhir ayahmu ”

” Tidak ! Aku tidak ingin di jodohkan , cintaku hanya untuk Super Junior saja ! ”

“Jenny-ya apa kau gila? Mereka tidak mungkin membalas cinta-mu !”

“Aku tidak peduli!!”

“Suatu saat nanti mereka pasti menikah dan itu pun tidak mungkin dengan mu anakku sayang”

“Apa salahnya aku berharap eomma”

“Cukup! Jika kau begini terus,, eomma akan melarangmu menyukai Super Junior!”

—-o0o—–

Pertengkaran itu terjadi beberapa saat lalu, dan kini Jenny sedang mengurung diri di kamarnya yang bernuansa modern itu dengan dinding kamar yang di penuhi poster Super Junior terutama Donghae.

Jenny Choi, gadis umur 25 tahun yang tinggal di New York, AS. Ia merupakan salah satu dari ribuan fans Super Junior atau disebut juga dengan E.L.F atau Ever Lasting Friend.

Ia hanya tinggal bersama ibu dan kakak laki-lakinya.

—–o0o—–

Seharian sudah Jenny mengurung diri di kamarnya. Ia tidak akan pernah menyangka tentang hal ini sebelumnya.

Siapa yang tidak kesal ketika di jodohkan dengan orang yang tidak kita kenal hanya dengan berlandaskan perjanjian dari pihak orang tua?

Kini itulah yang dirasakan oleh Choi Jenny.

Sejak tadi pintu kamarnya di gedor-gedor oleh kakaknya, Choi Jino.

Dulu, saat ia merajuk jika kakaknya sudah turun tangan pasti Jenny akan menurut tapi itu dulu, sekarang semua sudah berubah.

——-o0o——-

Sementara itu di luar kamar Jenny, tampak eomma dan kakak-nya sedang duduk gelisah di ruang keluarga.

“Eomma eottokhe?” Tanya pria tampan bernama Choi Jino itu

“Aish,, I don’t know” jawab sang ibu sambil menghela napas

Ting!!

Entah kapan, tiba-tiba muncul ide cemerlang menurut Jino dari kepalanya itu

“Eomma, bagaimana kalau kita mengirim Jenny ke Seoul? Lagi pula butik eomma di sana sudah lama tidak kita tinjau langsung” Jelas Jino

“Eo? Bagaimana pekerjaannya di sini? Kau tau kan adikmu itu seorang Direktur di perusahaan kita, kau tahu ‘kan posisi adikmu itu cukup perpengaruh lagi pula dia sangat menyayangi pekerjaannya”

nada cemas terdengar jelas dari suaranya

“Tenang saja, eomma tau Mr.David?”

“Tentu saja, dia pegawai yang sangat rajin”

“Kemarin, ada yang mengusulkan agar dia di promosikan, jadi aku akan melatihnya menjadi direktur kantor cabang baru di Baltimore” tutur Jino serius

“Hm..okay, tidak ada salahnya. Kau bujuk adikmu itu untuk ke Seoul, 3 hari lagi dia akan berangkat.

Eomma akan meminta Mr.Park untuk mencari tiket untuknya” Sang eomma berlalu pergi meninggalkan Jino usai ia berbicara

“Membujuk Jenny? Ah,, aku harus meminta Krystal untuk menolongku,

Aish.. Tugas ini berat” guam Jino setelah eommanya itu pergi

–o0o–Jenny’s POV.–o0o–

“Oppa, apa yang harus aku lakukan? Mereka berencana menjodohkan ku, oppa, aku tidak mau..aku hanya mencintai-mu”

“Oppa,, jangan begitu! Bicaralah pada-ku! Kenapa kau hanya diam?”

“Oppa,,,,,”

“Oppa!!!!”

Mungkin orang akan mengatakan aku gila karena aku bicara pada poster jumbo di hadapan ku ini.

“Aish…Lee Donghae istri-mu ini sedang sedih, kenapa kau hanya menatap-ku seperti itu” ucapku lagi ke poster Donghae itu.

“Hm… Aku perlu teman curhat yang bisa memberi respon” guam-ku setelah putus asa karena poster itu tak kunjung berbicara kepada ku

Dengan cepat aku mengambil ponsel-ku di atas meja.

Sekilas aku melihat koleksi-ku di atas meja itu yang tertata rapi.

Terlihat susunan album Super Junior dari Don Don’t sampai album Mamacita yang baru saja aku beli kemarin.

~ 100 new tweet~
~ 25 New message Line~
~ 1 missed call~
~ 6 Blackberry messager~

“What!?!” Aku memekik kaget
Ada apa ini? Kenapa ada banyak sekali pemberitahuan?

Ini pasti ada hal yang menggeparkan, semoga saja bukan berita adanya perang dunia ke 3

“Kya!!!!!! Seoul!!! Aku ingin ke Seoul sekarang!!!”

Kalian tau!! 5 hari lagi ada Super Show 6 di Seoul!! Aku harus ke sana!!

Dengan kecepatan penuh, aku berlari ke luar kamar-ku.

Argh!!! Aku berlari tak tentu arah sambil berteriak seperti orang gila.

Yeah, aku memang gila dan kalian tau siapa penyebabnya? Tentu saja Super Junior.

“Seketika semua orang yang ada di rumah berhamburan ke ruang tengah, tempat ku berteriak”

“Ada apa!?!” Terlihat eomma keluar dari ruang baca dengan wajah sangat panik. Hahaha ekspresinya lucu sekali

“Jenny-ya ! Ada apa?”

Kini giliran Jino oppa yang mendatangiku sambil berlari dari kamar mandi sambil membetulkan celananya.

Hahahaha.. Dia lucu sekali,,

“Nyonya muda ada apa?” Tanya kepala pelayan Aiko kepada ku

Aku hanya tersenyum menghadapi seluruh penghuni rumah yang tengah mengelilingiku dengan raut wajah cemas

“Eomma!!!!!” Teriak ku sambil mengguncang tangan eomma

“Ne? Waeyeo?” Tanya eomma tak mengerti dengan sikap-ku yang tiba-tiba ini

Namun, aku tidak menjawab pertanyaan itu.

Kemudian aku beralih ke Jino oppa, raut mukanya sudah berubah menjadi lebih tenang.

Mungkin dia sudah mengerti apa yang ingin aku kata-kan

“Oppa!!” Aku berlari ke arahnya

“Oppa, kau tahu—-”

“What? Kau heboh begini pasti karena ada sesuatu yang berkaityan dengan Super Junior ‘kan?

Yup, dia sudah tau. Aku bahkan belum mengatakan apa-apa.

Memang hanya Jino oppa yang paham jika aku sudah heboh sampai berteriak itu pasti karena 2 kemungkinan.

Kemungkinan pertama karena ada hot news tentang Super Junior , kemungkinan ke dua adalah jika aku melihat tikus di rumah ini.

“Cukup, semuanya bubar ” perintah eomma ke pelayan-pelayan yang masih mengelilingi-ku

“Eomma kira ada sesuatu yang heboh” kata eomma lagi sambil berlalu meninggalkan aku dan Jino oppa berdua.

“Okay. Choi Jenny ceritakan pada oppamu ini, apa yang membuatmu begitu bahagia?”

–o0o–Author’s POV.–o0o–

“Oppa! Aku ingin ke Seoul NOW!” Kata Jenny penuh penekanan pada setiap katanya, terutama saat pengucapan kata NOW

Choi Jino sungguh tak percaya, bagaimana ia bisa memiliki adik yang emosinya dapat berubah dengan cepat dan adik yang sangat pengertian seperti dia.

Baru saja ia ingin menelpon Krystal, yang merupakan saingannya sekaligus sahabat adiknya ini.

Ternyata Jenny dengan lantangnya Jenny mengatakan ia ingin ke Seoul so, Jino tidak usah repot-repot meminta tolong pada Krystal.

Lagi pula ia gengsi untuk minta tolong padanya.

*SEMENTARA ITU DI SEOUL, KOREA SELATAN

“Hiks….hiks…hiks…”
Terdengar isakan seseorang dari balik sebuah pohon besar di taman Kota Seoul. Nampaknya orang itu sedang sangat sedih.

Orang itu adalah Lee Minrae.

Sudah sejak 15 menit yang lalu ia ada di situ. Matanya sudah lelah menagis, hatinya sudah hancur berkeping-keping. Bagaimana tidak sedih?

Sebagai seorang fans, hatinya sangat sakit begitu mengetahui bahwa semua temannya di tempat ia mengejar membenci idolanya atau lebih dikenal dengan antis. Ia sungguh bingung, apa kesalahan idolanya?.

Walaupun demikian, masih ada yang mendukungnya yaitu kedua eonninya yang sama sepertinya.

Lee Minrae, gadis keturunan Jepang-China dan Korea-Jerman yang sudah lama menjadi seorang E.L.F atau Ever Lasting Friend itu kini tinggal bersama seorang kakaknya di sebuah apartemen mewah di Gangnam.

Minrae adalah sekertaris dari Direktur Song Dae Hyun, umurnya baru 26 tahun.

——-o0o——–

“Lihat! Si peri gadungan datang!”

“Huf,,” Minrae hanya menghela napas mendengar celotehan teman satu kantornya itu

“Lihat dia tidak bisa membela idolanya, hahahaha.. Dasar pecinta boybad! Bisanya hanya keroyokan saja di panggung” kini si ratu sinis Park Ahryung yang bicara

“Sabar” guam Minrae pelan
Kalau saja di Seoul mudah mencari pekerjaan, ia pasti sudah pindah dari tempat ini detik ini juga.

~Super Junior tidak pernah mengajarkan kami para E.L.F untuk membalas kejahatan orang lain ke kita dengan kejahatan juga~

Hanya kalimat itulah yang berputar-putar layaknya mantra penghusir setan dalam otak Minrae.

Ia tidak ingin membalas perbuatan para anti fans itu karena jika ia melakukannya maka Super Junior pasti kecewa terhadap kita jadi, lebih baik di biarkan saja ulah para anti fans itu.

——-o0o——–

“Anyeonghaseo sajangnim” ujar Minrae ketika seorang yeoja cantik yang merupakan boss-nya itu tiba

“Anyeonghaseo, apa yang terjadi?” Tanya DaeHyun pada sekertarisnya itu
“Nde? Maksud Anda?”
“Itu, wajah mu tampak sedih” ucap Song sajangnim.

Song Dae Hyun memang atasan yang terkenal di GN group karena rasa pedulinya pada pegawai di atas maupun di bawahnya.

“Nde? Aniyeo. Gwenchanayeo sajangnim”

“Pasti mereka ngengejek Super Junior-mu ya?” Tanya Song sajangnim

“Ne, tapi bukan Super Junior-ku tapi Super Junior kami” ucap Minrae dengan wajah yang berbinar-binar penuh harap

“Ah, begitu kau yang sabar ya. Oh ya, tolong bawakan hasil rapat yang tidak aku hadiri kemarin”

kini aura cool seorang Song Dae Hyun sudah keluar

“Ne, sajangnim” sejenak
Minrae menundukan kepalanya lalu setelah sang boss berlalu meninggalkannya, ia bergegas mencari laporan yang di maksud tadi

——o0o——-

@Dinamod Apartement, Gangnam. Time : 8.30PM

Hari ini mungkin hari yang paling melelahkan bagi Lee Minrae.

Dengan langkah lunglai yang melambai-lambai, Minrae mulai memasuki apartemennya yang ia tinggali bersama kakak ke-2nya sedangkan kakak pertamanya tinggal di Jeju untuk menjaga eomma dan appa.

“Mira eonni ternyata belum pulang” guam Minrae pelan

Minrae melangkahkan kakinya dengan malas menuju kamarnya.

“Anyeong oppa, aish aku sangat lelah” ucap Minrae pada poster-poster Super Junior di kamarnya itu

Brukk..

Minrae menjatuhkan badannya ke kasur yang di penuhi bantal dengan gambar Super Junior pula.

Perlahan matanya mulai terpejam dan tangannya mulai bergerak mencari-cari guling favoritnya.

Guling bergambar wajah Cho Kyuhyun dengan mudah di temukan oleh Minrae

“Oppa,,” ucap Minrae manja pada guling gambar Cho Kyuhyun favoritnya

Tentu saja bantal itu tidak merespon. Di antara kondisi sadar dan setengah sadar, ia mendengar suara pintu terbuka.

“Hm.. Sepertinya eonni sudah pulang” guam Minrae setengah sadar

Antara sadar atau tidak, Minrae melihat Mira Eonni masuk ke kamarnya dan meletakkan sesuatu di atas meja kerjanya.

Setelah itu, Minrae sudah tidak dapat mengingat kejadian selanjutnya karena ia tengah bermimpi ria di alam entah-berantah itu.

*Sementara itu di Super Junior’s Dorm

“Hyung!!”
“Wae?”
“Bantu aku!”
“Shiro!”
“Mwo? Aish,, cepat kemari?!!!”
“Aku sedang sibuk!!”
“Oo.. Jadi itu maumu! Baik aku mengerti”
“Bagus jika kau mengerti”
“Cukup, aku menyerah bicara denganmu, Cho Kyuhyun”
“Ok, kalau begitu silahkan kau pergi”

Dengan kesal Eunhyuk meninggalkan Kyuhyun yang sibuk dengan psp-nya itu sambil menghentak-hentakan kakinya.

*Sementara itu, di dapur Drom Super Junior

~Prang~

“Kya,, kenapa kau selalu merusak barang!?”

“Aku hanya ingin membantu, mianhae”

“Aish,, lupakan,,tolong panggilkan Sungmin saja”

“Ne” ucap Donghae cemberut, ia hanya ingin membantu Ryeowook saja, huf…

Dengan lunglai, Donghae memanggil Sungmin yang tengah menonton tv bersama member lain kecuali Henry dan Kangin yang sedang berbelanja keluar dan tentu saja di sini tidak ada Kibum, Hangeng, dan Yesung

“Minnie, kau di panggil Wookie dia ada di dapur” kata Donghae malas

“Wae? Kau memecahkan piring lagi?” Tanya Siwon

Donghae hanya membalasnya dengan anggukan kecil

“Makanya jangan ganggu dia kalau kau tidak ahli” celetuk Shindong

~Hahahaha~

Sontak semua orang yang ada di ruangan itu tertawa kecuali Donghae yang mendengus kesal.

—–o0o—–

Super Junior, sebuah boyband papan atas yang telah berhasil menyebarkan demam K-pop ke seluruh dunia dengan lagu dan penampilannya yang memukau juga dengan wajah mereka yang mempesona.

Memiliki ribuan Fans di seluruh dunia membuat mereka harus berhati-hati dengan sikap mereka agar tidak mengecewakan fans mereka yaitu Ever Lasting Friend atau E.L.F , selain itu ada banyak sekali mata yang mengawasi gerak-gerik mereka.

—–o0o—–

Minggu-minggu ini Super Junior akan sangat sibuk untuk menyiapkan promosi album baru mereka yaitu Mamacita/Ayaya.

Maka dari itu Kyuhyun sangat tersiksa karenanya.

Jika biasanya ia bisa bermain game pada malam hari, untuk minggu ini ia tidak bisa. Karena ia harus menjaga staminanya. Bukan hanya Kyuhyun, tapi seluruh member Super Junior.

Walaupun demikian, tetap saja Kyuhyun terbagun di tengah malam dan mencari-cari pspnya.

——–o0o——–

“5 hari lagi….” Guam Donghae

“Do the best” tambah Siwon
Donghae hanya membalas perkataan Siwon dengan tersenyum kecil

“Ini adalah yang pertama bagiku setelah keluar dari wamil” kata Leeteuk

Siwon dan Donghae hanya tersenyum menanggapi perkataan Leeteuk.

~TBC~

“Yuhu!! Author yg kece badai ini akhirnya menyelesaikan part 1-nya,, btw btw btw,, inget ya, ini cuma FANFIC jangan dibawa-bawa ke dunia nyata karena ini Fanfic ada di dunia yang maya-maya gitu,, ok? Sampai ketemu lagi di part 2,, Sayonara Panas ”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s